Berbicara mengenai mata uang kripto paling populer, maka umumnya orang Indonesia hanya mengenal Bitcoin saja. Padahal, perkembangan mata uang kripto amat pesat dan jenisnya beraneka ragam. Per Februari 2019 ini saja, sudah terdapat 2086 jenis mata uang kripto yang terdaftar di Coinmarketcap; sebuah situs pemantau kapitalisasi pasar kripto global. Namun, hanya segelintir diantara ribuan mata uang kripto tersebut yang disambut hangat oleh pelaku pasar.

Apabila Anda ingin menekuni dunia trading kripto, maka perlu mengetahui cryptocurrency mana yang mendapatkan tanggapan baik dan memiliki prospek cerah. Sebagai gambaran awal, berikut ini sepuluh mata uang kripto paling populer selain Bitcoin:

Mata Uang Kripto Paling Populer

1. Ethereum (ETH)

Peluncuran Ethereum pada tahun 2014 memicu era Initial Coin Offering (ICO) yang kontroversial. Namun, Ethereum itu sendiri sebenarnya bukan dirilis sebagai mata uang kripto.

Ethereum diciptakan sebagai platform terdesentralisasi yang memungkinkan Smart Contract dan Distributed Applications (DApps) untuk dibangun dan dijalankan tanpa kendali terpusat, anti penipuan, bebas downtime, dan bebas campur tangan pihak ketiga. Dengan kata lain, pengembangan awalnya ditujukan untuk sesuatu yang mirip dengan jaringan super komputer berskala global yang memungkinkan siapa saja untuk membuat aplikasi tanpa perantara pihak ketiga seperti Apple.

Ethereum sempat mengalami serangan parah pada tahun 2016, sehingga dipecah menjadi Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC). Meski demikian, Ethereum tetap memegang posisi puncak dalam jajaran mata uang kripto paling populer, dengan kapitalisasi pasar sebesar $14.623 Miliar dan harga $139.27 per token. Ether yang bergerak bebas dalam platform Ethereum banyak dicari oleh pengembang untuk membangun dan menjalankan aplikasi dalam platform Ethereum, ataupun oleh investor yang sedang mencari wahana investasi baru.

 

2. Ripple (XRP)

Ripple dirancang sebagai jaringan transaksi terpusat untuk digunakan oleh perbankan dalam melakukan pembayaran; mirip dengan fasilitas semacam SWIFT, tetapi lebih cepat dan lebih murah (biaya transfer nyaris nol). Mata uang dalam jaringannya bersimbol XRP. Jadi, uang konvensional akan dikonversi menjadi token XRP untuk dikirim melalui jaringan Ripple, kemudian dikonversi kembali menjadi uang konvensional ketika ditarik tunai.

Saat ini, XRP memiliki kapitalisasi pasar sebesar $12.609 Miliar dengan nilai $0.305 per token.

 

3. EOS

EOS termasuk pendatang terbaru dalam daftar mata uang kripto paling populer ini, karena baru diluncurkan pada bulan Juni 2018. EOS dirancang berdasarkan model Ethereum, sehingga sama-sama menawarkan platform tempat para developer bisa mengembangkan aplikasi terdesentralisasi.

ICO EOS termasuk salah satu peluncuran mata uang kripto paling lama dan paling menguntungkan dalam sejarah, setelah berhasil mengeruk rekor dana sebesar $4 Miliar selama setahun. Saat ini, kapitalisasinya bernilai total $3.261 Miliar dengan harga $3.60 per token

 

4. Litecoin

Litecoin dibuat berdasarkan model Bitcoin sebagai mata uang kripto peer-to-peer, sehingga dijuluki juga sebagai "adiknya Bitcoin". Namun, Litecoin menawarkan kecepatan transaksi lebih unggul serta batas total token lebih tinggi, dengan kompensasi proses penambangan yang membutuhkan memori lebih besar. Saat ini, Litecoin menempati posisi mata uang kripto terbesar kelima di dunia dengan kapitalisasi pasar sebesar $2.743 Miliar pada harga $45.26 per token.

 

5. Bitcoin Cash (BCH)

Sejak perilisan awalnya, Bitcoin telah beberapa kali mengalami pembaruan radikal (hardfork) yang melahirkan sejumlah mata uang kripto pecahan. Bitcoin Cash merupakan hasil pecahannya pada tahun 2017 yang sukses menjadi salah satu mata uang kripto paling populer masa kini. Sebagaimana Litecoin, Bitcoin Cash menawarkan pemrosesan pembayaran yang lebih cepat, tetapi proses penambangannya membutuhkan memori lebih besar. Saat ini, BCH memiliki kapitalisasi $2.341 Miliar dengan harga $132.72 per token.

 

6. Tether (USDT)

Tether adalah mata uang kripto yang nilainya dirancang agar mencerminkan nilai Dolar AS, sehingga diharapkan bisa menjadi mata uang kripto bernilai stabil layaknya sebuah "Dolar Digital". Situs resmi Tether menjanjikan bahwa setiap Tether didukung 100 persen oleh simpanan Dolar AS dengan rasio 1:1. Namun, realitanya, nilai Tether terhadap Dolar AS tetap berfluktuasi karena berbagai faktor. Saat ini, Tether memiliki kapitalisasi pasar sebesar $2.045 Miliar dengan harga $1.01 per token.

 

7. Stellar (XLM)

Stellar dirilis oleh co-founder Ripple, Jed McCaleb, pada tahun 2014. Rancangannya mirip dengan Ripple, yakni sebagai jaringan transaksi pembayaran lintas batas yang cepat dan efisien. Pertumbuhannya terbilang amat cepat hingga kini mencapai kapitalisasi total $1.628 Miliar dengan harga $0.08 per token.

 

8. Monero (XMR)

Monero diluncurkan sebagai mata uang yang aman, privat, dan tak dapat dilacak pada bulan April 2014. Teknik khasnya yang bernama "ring signature" membentuk mekanisme keamanan sangat ketat dan tak dapat dibobol oleh pihak berwenang sekalipun. Sayangnya, hal itu mengakibatkan Monero menjadi mata uang pilihan dalam berbagai tindak kriminal di seluruh dunia.

Mata uang terdesentralisasi berbasis open-source ini sempat masuk dalam jajaran sepuluh mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, tetapi sekarang posisinya merosot ke peringkat ke-13 dengan nilai total $832 Juta. Harganya setara $9.52 per token.

 

9. Cardano (ADA)

Cardano dirilis oleh salah satu co-founder Ethereum, yaitu Charles Hoskinson. Karenanya, Cardano mencakup platform untuk DApps dan Smart Contracts yang mirip dengan Ethereum, di samping berbagai fitur lain. Bedanya, ADA diciptakan untuk memecahkan beberapa masalah paling krusial bagi mata uang kripto serta sistem pembayaran internasional. Hasilnya, ADA sukses memangkas waktu pemrosesan pembayaran internasional dari beberapa hari hingga beberapa detik saja. Kini, Cardano termasuk salah satu mata uang kripto paling populer dengan kapitalisasi $1.118 Miliar dan harga $0.04 per token.

 

10. NEO

NEO dirintis oleh Da Hongfei pada tahun 2014, dan sebelumnya sempat dinamai AntShares. Hingga saat ini, NEO merupakan mata uang kripto terbesar yang muncul dari China, karena berhasil membangun hubungan baik dengan pemerintah setempat meski China menerapkan larangan atas penggunaan Bitcoin. Platform-nya menyerupai Ethereum, sehingga dijuluki pula "Ethereum-nya China". Saat ini, kapitalisasinya mencapai $594 Juta dengan harga $9.15 per token.

 

Sebagai beberapa mata uang kripto paling populer, volume perdagangan masing-masing sangat tinggi dan tak kalah dari Bitcoin. Oleh karenanya, ada peluang keuntungan besar yang tersimpan dan dapat dimanfaatkan oleh trader, terlepas dari apakah nilainya kelak bakal terus meningkat atau malah runtuh.