Belakangan ini, investasi saham makin populer. Banyak orang membeli saham dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan mudah. Padahal, keuntungan dalam investasi saham bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh. Kita harus mengetahui terlebih dahulu cara analisa saham dan mempraktekkannya, agar tidak sampai seperti "beli kucing dalam karung" dan akhirnya malah menanggung kerugian karena kucingnya berpenyakit.

Pada umumnya, ada dua cara analisa saham, yaitu menggunakan teknik fundamental dan teknikal. Teknik analisa fundamental bertumpu pada penelaahan laporan keuangan perusahaan dan penilaian atas kinerja emiten. Sedangkan teknik analisa teknikal mengandalkan pemantauan pergerakan harga secara telanjang ataupun menggunakan indikator tertentu untuk menemukan titik-titik potensial dimana harga saham kemungkinan akan naik atau turun.

Realitanya, selain kedua cara analisa saham tersebut, ada pula teknik ketiga, yakni Bandarmologi. Bandarmologi digunakan untuk "mengintai" tindakan para broker bandar, sehingga trader saham bisa mengetahui kapan kira-kira bandar akan menggoreng saham hingga harganya naik, dan sampai level berapa atau kapan berakhirnya kenaikan hasil rekayasa tersebut.

Berikut ini ilustrasi ketiga cara analisa saham tersebut:

 

1. Analisa Fundamental

Investor saham dapat melakukan analisa fundamental dengan mengumpulkan laporan keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, kemudian ditilik neraca dan laporan rugi-laba-nya. Dokumen ini biasanya dapat diperoleh pada website semua perusahaan go public atau situs IDX. Platform trading broker tertentu juga menyediakan rangkuman laporan keuangan dari waktu ke waktu.

Berikut ini contoh rangkuman fundamental emiten PT Bank BNI (kode saham BBNI). Perhatikan bahwa tampilan ini bisa berbeda-beda pada setiap platform trading, sedangkan dokumen laporan keuangan yang sesungguhnya bisa lebih terperinci lagi.

Cara Analisa Saham Fundamental

Selanjutnya, investor akan mencermati berbagai aspek dalam laporan tersebut, khususnya pendapatan, beban, utang, dan dividen. Sebuah emiten yang berkinerja bagus akan mencatat pendapatan meningkat terus menerus, beban terkendali, utang rendah, dan selalu memberikan dividen setiap tahunnya. Selain itu, ada pula beberapa aspek lain yang khas di tiap sektor saham; misalnya aspek Non-performing Loan (NPL) untuk saham sektor perbankan.

Analisa fundamental wajib dilakukan oleh semua orang yang berkeinginan untuk membeli saham dengan tujuan investasi jangka panjang (lebih dari satu tahun). Namun, bagi orang yang bermotif trading atau ingin mendapatkan keuntungan singkat dari selisih harga jual dan harga beli saja, maka strategi analisa teknikal dan Bandarmologi akan lebih tepat untuk digunakan.

 

2. Analisa Teknikal

Analisa teknikal dilakukan dengan mengamati perubahan grafik harga saham. Misalnya pada grafik di bawah ini, nampak bahwa harga saham BBNI mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi sekarang sedang terkoreksi.

Cara Analisa Saham Teknikal

Umpama seorang investor saham tengah mencari momen yang tepat untuk membeli saham BBNI, maka ia akan menunggu hingga harga terkoreksi lebih dalam dan mencapai level Support-nya. Alternatif lain, investor dapat pula menggunakan indikator seperti MACD yang ada pada gambar di atas untuk menentukan titik Entry yang tepat. Dalam hal ini, sebaiknya menantikan persilangan lagi antara garis hijau melintas garis merah ke arah atas sebagai sinyal Buy.

Analisa teknikal dapat diterapkan oleh investor maupun trader saham. Pengguna analisa teknikal cukup menyesuaikan panjang-pendek timeframe (kerangka waktu) pergerakan harga yang diamati.

 

3. Bandarmologi

Bandarmologi merupakan "ilmu" untuk memprediksi tindak-tanduk para bandar yang seringkali menggoreng saham untuk mendapatkan keuntungan. Karena goreng-menggoreng saham berlangsung dalam waktu singkat (paling lama dalam hitungan bulan), maka teknik ini lebih cocok digunakan oleh trader saham, ketimbang investor.

Trader pengguna Bandarmologi harus buka telinga lebar-lebar dan selalu update dengan rumor-rumor di pasar. Tak ada cara baku dalam melakukan cara analisa saham ini, tetapi yang jelas ada baiknya bagi trader untuk mengamati volume bid/ask dari saham-saham yang dipantaunya, serta mengamati frekuensi dan volume trading saham per broker.

 

Nah, diantara ketiga cara analisa saham tersebut, mana yang menurut Anda paling menarik? Dari penjelasan ini saja, boleh jadi Anda masih merasa kurang jelas. Untuk mengetahui selengkapnya, ikutilah training atau seminar, atau membeli buku-buku tentang analisa saham. Sudah banyak sekali para pakar dan trainer yang berbagi ilmu mengenai topik ini, sehingga aksesnya mudah diperoleh dimanapun Anda berada. Alternatif lain, dapat pula menyimak situs-situs yang menyediakan info seputar saham, seperti Kedaitrading.com ini.