Halo rekan trader dan investor di seluruh Indonesia. Apa kabar? Senang sekali bisa berbagi kembali dengan sobat semua. Bagi sobat yang sudah mulai berinvestasi penulis ucapkan selamat bergabung di dunia pasar modal dan jangan lupa untuk tetap menambah wawasan tentang dunia trading dan investasi.

Bagi sobat yang belum mulai bergabung, penulis harap artikel berikut ini dapat menambah wawasan sobat dan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana dunia pasar modal yang sebenarnya serta penyebab orang takut investasi saham. Yuk kita simak artikel tentang alasan-alasan seseorang enggan untuk berinvestasi saham!

 

Takut Investasi Karena Mengira Main Saham Sama Dengan Judi

Sebagian besar masyarakat kita beranggapan bahwa "main saham" sama dengan berjudi, karena ada pihak yang menang dan ada pula pihak yang kalah. Pada artikel-artikel sebelumnya, penulis telah menekankan bahwa saham bukan merupakan sebuah alat permainan.

Saham merupakan sebuah instrumen perdagangan, sehingga lebih tepatnya kita menyebutnya dengan "bisnis saham", bukan "main saham". Berbisnis saham sama dengan memperjual belikan barang pada pasar-pasar konvensional pada umumnya.

takut trading saham

(Baca Juga: Apa Saja Keuntungan Menjadi Investor?)

Adanya pergerakan harga di market atau pasar tidak bersifat acak. Harga digerakkan oleh perilaku penjual dan pembeli. Sama halnya ketika kita bertransaksi di pasar-pasar tradisional. Ketika sebuah persediaan barang mulai menipis, maka harganya akan mengalami kenaikan. Begitupula ketika persediaan sebuah barang melebihi permintaan, maka harga barang tersebut akan mengalami penurunan. Di dalam dunia pasar modal, hal ini dikenal dengan Supply dan Demand.

Supply merupakan persediaan barang, sementara Demand merupakan permintaan barang. Ketika jumlah persediaan (supply) melebihi jumlah permintaan (demand) maka harga sebuah instrumen akan anjlok. Analoginya, ketika persediaan tomat melebihi permintaan konsumen, maka harga tomat akan mengalami penurunan karena lebih banyak penjual daripada pembeli.

Hal ini menyebabkan penjual menurunkan harga tomat agar tomatnya cepat laku, jika tidak maka tomatnya akan membusuk dan penjual tersebut akan mengalami kerugian. Begitupula sebaliknya, ketika lebih banyak konsumen membutuhkan tomat, sementara penjualnya hanya sedikit. Penjual akan menaikkan harga tomat untuk membatasi permintaan konsumen. Hal ini memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar bagi penjual tomat.

Pada pasar saham, kita dapat menganalisa jumlah persediaan dan jumlah permintaan sebuah instrumen melalui bantuan candlestick. Berbeda halnya dengan judi yang murni mengandalkan keberuntungan pemainnya.

 

Takut Investasi Saham Karena Dana Tidak Cukup

Adanya anggapan berinvestasi saham membutuhkan modal yang besar merupakan faktor berikutnya yang menyebabkan banyak calon investor baru mengurungkan niatnya. Padahal, untuk memulai berinvestasi saham tidak butuh dana jutaan, jika kita jeli memperhatikan harga per lotnya (100 lembar).

Contohnya saham ABCD memiliki harga Rp. 400 per lembar, jika sobat ingin membeli saham ABCD tersebut, maka sobat hanya membutuhkan dana sebesar Rp. 400 x 100 lembar = Rp. 40,000 saja untuk memiliki saham ABCD tersebut!

Cukup terjangkau bukan? Dengan hanya menyisihkan dana Rp. 50,000 per bulan, sobat sudah dapat menjadi seorang investor saham. Ketika sobat memiliki saham ABCD tersebut, otomatis sobat merupakan bagian atau pemilik dari perusahaan ABCD karena sobat memiliki sahamnya. Pemilik saham berhak mendapatkan dividen atau bagi hasil dari perolehan laba perusahaan.

 

Takut Investasi Saham Karena Belajar Analisanya Susah

Alasan berikutnya, analisa saham sangat susah. Padahal, bayi pun perlu diajari bagaimana cara tengkurap, duduk, belajar berjalan, baru lama-kelamaan bisa berlari dengan sendirinya. Sama halnya dengan seorang trader. Seorang trader profesional sekalipun pernah melalui masa-masa sulitnya, belajar analisa mulai dari nol hingga akhirnya bisa sukses.

Pasar modal tidak membatasi kesempatan bagi siapapun yang ingin memulai trading atau investasi. Setiap orang memiliki peluang yang sama ketika menjadi trader maupun investor. Pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan, atau pemilik perusahaan memiliki persentase keberhasilan yang sama. Tentunya, yang lebih tekun menambah wawasan akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendulang keuntungan.

 

Banyak Yang Bangkrut Bikin Takut Investasi Saham

Tidak sedikit trader baru yang mengalami kebangkrutan. Umumnya, trader baru belum dapat mengenali saham-saham yang layak untuk ditradingkan. Ketika sobat memutuskan untuk menjadi seorang trader saham, hendaknya sobat mengetahui terlebih dahulu saham-saham yang aman dan layak untuk ditradingkan. Jika sobat baru saja terjun menjadi seorang trader saham, penulis menyarankan agar sobat hanya trading pada saham-saham yang tergolong dalam indeks LQ45. Karena saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ45 merupakan saham paling liquid dan tergolong cukup bersahabat bagi pemula.

takut investasi saham karena susah analisa

 

Ketika sobat sudah memiliki pengetahuan yang cukup, sobat dapat mulai trading saham-saham yang tergolong second liner atau saham lapis dua. Jangan sekali-sekali mencoba untuk trading pada saham-saham lapis tiga jika sobat adalah seorang trader pemula. Selain itu, sobat juga harus memiliki pengetahuan tentang money management dan psikologi trading yang baik, sehingga dapat menyeimbangkan resiko dengan jumlah dana yang dimiliki. Penyebab seorang trader bangkrut dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang money management dan kurangnya wawasan tentang analisa teknikal.

 

Adanya Ketakutan Bahwa Saham Adalah Investasi Bodong

Baru-baru ini, media dihebohkan dengan berita tentang investasi bodong. Investasi bodong tersebut memiliki aneka macam bentuk dan rupa. Bahkan lebih parahnya ada yang mengatasnamakan investasi saham. Jika sobat memang benar-benar memiliki niat untuk menjadi seorang investor atau trader saham, silahkan langsung mendaftarkan diri pada perusahaan-perusahaan sekuritas yang benar-benar sudah teregulasi. Sobat dapat mendaftarkan diri pada MNC Sekuritas, Indopremier, Phillip Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan lain sebagainya.

Tiap perusahaan sekuritas memiliki kebijakan berbeda terkait dengan setoran modal awal untuk memulai transaksi. Sobat dapat langsung berkonsultasi dengan customer service dari masing-masing perusahaan sekuritas yang siap melayani sobat selama jam kerja. Jika ada pihak yang menawarkan profit fix yang tidak masuk akal, sobat perlu berhati-hati. Karena di dalam dunia investasi tidak jauh berbeda dengan dunia usaha dan bisnis pada umumnya, tidak ada jumlah keuntungan yang pasti. Yang ada hanya target profit, itupun tergantung lagi dari keahlian trader yang bersangkutan. Hal yang pasti adalah ada waktunya untung dan ada waktunya rugi.

Nah sobat semua, itulah beberapa alasan yang membuat seseorang enggan untuk mulai berinvestasi saham, semoga dengan artikel singkat ini dapat menjadi masukan dan mengubah mindset sobat khususnya yang masih belum memulai investasi saham. Salam sukses!

Disclaimer: penyebutan beberapa merk murni untuk tujuan pembelajaran.