Dalam satu dekade terakhir, aktivitas trading Option Saham semakin populer. Namanya belum sepopuler investasi saham biasa atau trading forex, tetapi pelatihan dan edukasi semakin bertambah. Sayangnya, trader pemula seringkali hanya berkonsentrasi pada keuntungan yang bisa diperoleh saja, tanpa memperhitungkan berapa besar biaya trading option Saham yang harus dibayarkan kepada broker.

Aktivitas bisnis apapun pasti membutuhkan modal dan disertai dengan biaya tertentu. Tak terkecuali trading Option Saham. Kita perlu memperhitungkan beragam komponen biaya ini untuk memastikan target profit melebihi cost, sehingga laba bersih berhasil diraup secara optimal dan bukan sekedar mencapai titik impas (Break Even Point).

Perhitungan biaya trading Option Saham bisa lebih rumit daripada biaya trading forex atau fee jual-beli saham biasa. Perusahaan sekuritas biasanya hanya menerapkan fee beli dan fee jual saja untuk perdagangan saham biasa. Broker forex juga memiliki struktur biaya transparan, terdiri atas komisi dan spread. Namun, broker Option Saham acap kali menerapkan struktur biaya trading yang lebih kompleks.

Aneka Biaya Trading Option Saham

4 Jenis Biaya Trading Option Saham

Ada broker Option Saham yang menerapkan struktur biaya trading sederhana. Akan tetapi, mayoritas broker Option Saham memberlakukan empat jenis biaya trading sekaligus. Setiap transaksi bisa jadi bukan hanya kena satu jenis komisi, melainkan keempatnya sekaligus. Empat jenis biaya trading Option Saham itu adalah komisi dasar (base fee), komisi per kontrak (per contract fee), komisi eksekusi kontrak (exercise fee), dan komisi penempatan kontrak (assignment fee).

Base Fee adalah komisi dasar yang harus dibayar oleh trader untuk setiap transaksi. Bea komisi dasar biasa dikenakan oleh broker untuk semua jenis aset derivatif yang diperdagangkan secara online, baik Forex, Komoditi, maupun Option Saham. Broker Option Saham bisa menggratiskan bea komisi dasar (base fee = 0 USD), tetapi kemungkinan mengalihkan beban biaya trading ini ke komponen komisi lain.

Per Contract Fee adalah komisi yang harus dibayar untuk setiap kontrak yang dibeli atau dijual oleh trader. Seorang trader bisa membayar komisi berlipat ganda dalam satu transaksi, tergantung berapa banyak jumlah kontrak Option yang diperdagangkan.

Sebagai contoh: Suatu broker Option Saham mengenakan Base Fee 5 USD dan Per Contract Fee 10 USD. Trader ingin membeli 2 kontrak Call untuk saham XYZ. Dalam transaksi beli tersebut, ia akan dikenakan biaya trading sebesar (5+(10*2)=25 USD).

Trader bisa memilih untuk tidak menutup (close), melainkan mengeksekusi hak-nya membeli atau menjual suatu saham berdasarkan kontrak Option Put atau Call yang dimilikinya. Dalam hal ini, broker dapat mengenakan komisi tambahan berupa Exercise Fee. Namun, trader tak perlu membayar komisi ini jika tak ingin mengeksekusi hak-nya.

Saat trader memegang suatu kontrak, kemudian hak jual atau hak belinya tereksekusi secara otomatis karena pemegang kontrak lain memilih untuk mengeksekusi hak mereka, maka trader akan dibebani Assignment Fee. Umpamanya Anda menjual opsi Call untuk saham XYZ, maka pasti ada pembeli opsi Call tersebut di luar sana. Ketika sang pembeli opsi itu mengeksekusi hak-nya untuk mendapatkan saham sesuai harga tercantum, maka opsi Anda dieksekusi otomatis dan Anda harus membayar Assignment Fee.

 

Broker yang Menggratiskan Biaya Trading Option

Trader tak selalu harus membayar keempat jenis biaya trading di atas. Ada broker-broker tertentu yang sengaja menyederhanakan stuktur komisi, meskipun ada juga broker yang memperumitnya. Hasil riset StockBrokers.com per Oktober 2019 merangkum ragam kebijakan broker Option Saham mengenai biaya trading ini:

Biaya Trading Option Saham

Dapat dilihat dalam tabel bahwa ada broker tertentu yang menggratiskan sebagian tipe komisi, tetapi sebagian besar memberlakukan keempat tipe sekaligus. Apabila Anda termasuk trader pemula, maka lebih baik memilih broker yang menyediakan struktur komisi sederhana saja (baca juga: Broker Option Saham yang Cocok Bagi Pemula). Lebih bijak membatasi biaya trading selama masa belajar, daripada telanjur mengeluarkan biaya besar ketika prospek profit masih minim. Namun, trader yang lebih berpengalaman bisa jadi memilih broker yang menawarkan struktur komisi kompleks, karena fasilitas trading bisa jadi lebih unggul.