Halo sobat trader di seluruh Indonesia. Apa kabar? Kali ini penulis kembali untuk berbagi ilmu kepada sobat semua. Artikel yang akan penulis bawa pada kesempatan kali ini merupakan artikel pembuka sebagai penerapan teknik trading dengan menggunakan Supply dan Demand yang akan penulis bahas di artikel selanjutnya. Analisa Supply dan Demand bukanlah teknik baru, khususnya pada kalangan trader price action, namun benar-benar powerful untuk diterapkan pada beberapa instrumen keuangan khususnya saham.

Khusus untuk artikel ini, penulis hanya akan membahas tentang pengertian serta identifikasi area Supply dan Demand pada chart. Tujuannya adalah agar sobat memiliki gambaran terlebih dahulu. Nantinya kita melanjutkan pembahasan tentang cara menganalisa pergerakan saham dengan teknik Supply dan Demand. Biar tidak semakin penasaran, yuk simak dulu artikel berikut ini.

supply dan demand

 

Apa Itu Supply Dan Demand?

Supply dapat diartikan sebagai jumlah stok barang yang tersedia. Sedangkan demand dapat diartikan sebagai banyaknya peminat terhadap sebuah barang. Jika jumlah demand atau permintaan melebihi jumlah supply terhadap sebuah barang maka harga akan bergerak naik (demand exceed supply). Begitu juga sebaliknya ketika supply sebuah barang melebihi demand maka harga akan bergerak turun (supply exceed demand).

Contoh: harga cabai stabil pada kisaran harga 50,000 per kilogram, namun pada saat mendekati momen hari-hari besar harga cabai melonjak dari kisaran harga 50,000 menjadi 75,000 per kilogram disebabkan karena banyaknya permintaan dibandingkan jumlah cabai yang tersedia. Inilah yang dimaksud dengan demand exceed supply. Namun pada saat jumlah panen cabai meningkat sementara permintaan konsumen berkurang, maka harga akan turun. Inilah yang dimaksud dengan supply exceed demand.

Kenapa hal tersebut dapat terjadi? Benar, karena kondisi tidak seimbang antara Kenapa hal tersebut dapat terjadi? Benar, karena kondisi tidak seimbang antara supply atau demand sehingga menyebabkan harga naik drastis atau turun drastis.

Mengenali Supply dan Demand Pada Chart

Untuk mengenali supply atau demand pada chart tergolong cukup mudah karena membentuk area khusus. Area demand membentuk area yang dikenal dengan Drop Base Rally (DBR) dan Rally Base Rally (RBR). Sedangkan area supply membentuk area Rally Base Drop (RBD) dan Drop Base Drop (DBD). Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi berikut ini:

Ilustrasi Supplu dan Demand

Ilustrasi Area Supply dan Demand

Penjelasan mengenai istilah-istilah di atas sebagai berikut:

  1. Drop merupakan kondisi dimana terjadi penurunan harga, pada chart ditandai dengan candle merah atau bearish candle;
  2. Base merupakan kondisi konsolidasi harga yang membentuk sideways. Pada area Base inilah terjadi tawar menawar antara pembeli dan penjual. Di daerah ini juga terjadi keseimbangan harga yang penulis maksudkan seperti pada contoh harga cabai di atas.
  3. Rally merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan harga, pada chart ditandai dengan candle hijau atau bullish candle.

Kondisi Rally maupun kondisi Drop merupakan sebuah sinyal ketika terjadi ketidakseimbangan harga yang disebabkan oleh perilaku para pelaku pasar. Kondisi ini dapat menjadi tolok ukur bagi seorang trader Supply And Demand (trader SnD) untuk mengambil keputusan kapan harus membeli dan kapan harus menjual.

Berikut akan penulis contohkan aplikasinya pada tampilan chart saham FREN yang baru-baru ini turun drastis.

ilustrasi saham fren

Ilustrasi Saham FREN

Beberapa dari sobat yang sempat membeli pada kisaran harga 308 atau 320 dengan menerapkan trading ketika terjadi breakout harga, mungkin kaget pada saat harga saham FREN tiba-tiba meluncur sangat tajam. Kenapa demikian? Karena pada kisaran harga tersebut merupakan area supply yang sangat kuat. Ketika harga sudah mencapai zona supply yang kuat, harga akan bergerak turun ke area demand terdekat.

Pada chart di atas zona demand terdekat ditunjukkan pada kisaran harga 275 sampai 280. Ketika area demand tidak cukup kuat untuk menahan tekanan jual yang cukup besar maka area tersebut akan tertembus ke bawah untuk mencari area demand berikutnya yang lebih kuat. Contohnya pada kisaran harga 198 sampai 210. Namun pada akhirnya, zona tersebut juga dapat ditembus sampai pada kisaran harga 145.

Pada kisaran harga tersebut pembeli mulai masuk (ada rejection yang ditandai dengan pinbar candle) yang menyebabkan pantulan harga dari area demand yang paling bawah dan menyebabkan harga naik ke level 155. Kenapa harga terpantul pada level 145? Jawabannya adalah karena area tersebut merupakan area demand. Umumnya, ketika harga menyentuh area demand, maka harga akan bergerak menuju area supply yang paling dekat. Akan ada dua skenario yang terjadi, harga akan naik mencari area supply terdekat, atau harga akan turun ke area demand yang berada di bawahnya.

 

Itulah model analisa dengan menggunakan Supply dan Demand yang bisa sobat terapkan dalam melakukan transaksi jual beli saham. Pada artikel berikutnya, penulis akan membahas cara melakukan entry menggunakan teknik Supply dan Demand. Selain itu, pelajari juga cara analisa saham lainnya untuk menambah ilmu sobat. Salam profit!