Dalam literasi keuangan, investor dikenal sebagai orang perorangan atau lembaga, baik domestik atau non-domestik yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya). Kegiatan itu bisa dilakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Istilah "investor" sering juga digunakan untuk menyebutkan seseorang yang melakukan pembelian mata uang, komoditi, derivatif, saham perusahaan, properti, ataupun aset lainnya dengan suatu tujuan untuk memperoleh keuntungan, bukan hanya untuk kebutuhan dalam jangka pendek saja.

Keuntungan Menjadi Investor

 

Sejarah Perkembangan Investasi

Membahas tentang investor tidak lepas dengan sejarah perkembangan investasi. Ada tiga gelombang atau periode investasi dalam sejarah perkembangan investasi, yaitu: kolonialisme kuno, imperialisme baru, dan periode tahun 1960-an.

Adapun di era modern saat ini, di tengah derasnya kapitalisme, banyak tokoh profesional yang sukses dalam pekerjaannya. Mereka tidak hanya bekerja, melainkan juga mengatur strategi. Orang yang memiliki kapasitas tersebut adalah seorang investor. Seorang investor terbaik mengerti bagaimana caranya membangun keberuntungan dan melipatgandakan uang.

 

Belajar Dari Warren Buffett

Salah satu contoh sebagai investor sukses di dunia ialah Warren Buffett. Pada 1962, Buffett menjadi miliarder karena keuntungannya yang besar dari kemitraannya. Dia kemudian berinvestasi dan mengambil alih perusahaan manufaktur tekstil, Berkshire Hathaway. Ia lalu mengalihkan perhatiannya ke sektor asuransi, tetapi tetap dengan menggunakan nama Berkshire Hathaway.

Buffett yang dikenal sebagai Oracle of Omaha ini mempunyai gelar sebagai investor terbesar di dunia. Selama beberapa dekade panjang keberhasilannya di pasar saham, Buffett identik dengan kesuksesan dalam menjalankan bisnis dan berhasil mendongkrak pasar saham secara luar biasa.

Contoh Investor Sukses: Warren Buffett

Buffet memiliki cara yang sederhana untuk menghimpun dana. Dahulu ia membeli saham Coca-Cola hanya sebesar USD40 atau kurang lebih Rp532 ribu (kurs Rp13.300 per USD). Investasi tersebut terus berkembang; di akhir 2015 lalu, dari USD40 tersebut telah berkembang menjadi USD5 juta atau Rp66.5 miliar. Bahkan pada bulan April 2012, Dewan Direksi Coca-Cola mengusulkan pemecahan saham dengan nilai USD9.8 juta atau sekitar Rp130 miliar. Dengan aksi korporasi tersebut, Buffett mendapat keuntungan senilai USD10.8 juta atau sekitar Rp133 miliar.

Buffett sangat senang berinvestasi sejak dini. Menurutnya, investasi sangat dibutuhkan agar saat tua tidak capek karena kerja terus. Pada masa tua nanti, kita akan merasa lelah karena beban pekerjaan. Jika memasuki masa pensiun, maka pendapatan kita akan menurun. Oleh sebab itu, selama masih muda dan sanggup bekerja, kita seharusnya giat menabung dan gemar berinvestasi.

 

Beragam Keuntungan Menjadi Investor

Investasi memiliki banyak manfaat, di antaranya ialah:

  1. Dapat menghadapi kenaikan biaya hidup yang tak terelakkan dengan lebih baik, yang umumnya disebut sebagai inflasi.
  2. Dapat mencapai tujuan dengan lebih baik pada akhir periode waktu yang ditentukan.
  3. Membuat uang "bekerja" untuk menghasilkan lebih banyak uang, tanpa kita harus bersusah payah
  4. Bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan pokok.
  5. Dapat dimanfaatkan untuk membiayai keperluan keluarga yang lain, seperti membayar biaya sekolah anak dan sejenisnya.
  6. Memenuhi kebutuhan jangka panjang ketika memasuki masa pensiun.

Setelah melihat banyak keuntungan menjadi investor, lalu tunggu apa lagi guys?

 

Kini setelah mengetahui apa saja keuntungan menjadi investor, Anda mungkin tertarik melakukan investasi di dunia saham seperti halnya Warren Buffett. Sebelum membuka akun trading dan melakukan transaksi, ada baiknya Anda belajar dulu memahami 25 Istilah Saham Yang Wajib Diketahui Pemula.