Banyak orang tetap enggan berinvestasi ataupun trading saham meski sudah mengetahui potensi keuntungannya yang dahsyat. Sebagian dari mereka menganggap bahwa analisis saham itu susah, sedangkan sebagiannya lagi ragu karena beragam alasan. Namun, bagaimana jika Anda bisa investasi atau trading saham tanpa analisa?

Ya, orang-orang yang baru mengenal bidang ini seringkali menganggap kalau kesuksesan investasi dan trading saham itu hanya dapat dicapai oleh orang-orang pintar dan berduit saja. Padahal, nyatanya buka rekening investasi broker saham bisa dilakukan hanya dengan modal Rp100,000. Selain itu, semua orang bisa ikut andil, tanpa analisis sekalipun. Bahkan, strategi untuk investasi dan trading saham tanpa analisa bukan hanya satu.

Trading Saham Tanpa Analisa

 

1. Investasi Saham Dengan Target Dividen

Sebagaimana diketahui, keuntungan dalam investasi saham ada dua, yakni Capital Gain (selisih harga beli dan harga jual) dan Dividen. Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan secara proporsional dengan kepemilikan saham di tangan investor. Namun, keuntungan itu bisa tak tercapai jika perusahaan tak membagikan dividen, hanya membagi dalam jumlah kecil, atau membagikan dividen non-tunai.

Bagaimana caranya untuk memastikan bahwa emiten pilihan Anda akan membagikan dividen dalam jumlah besar secara tunai? Mudah saja, ini langkah-langkahnya:

Peringatan: Indeks dibuat berdasarkan riwayat tahun sebelumnya dan bukan jaminan bahwa emiten di dalamnya pasti akan membagi dividen di masa depan. Ada baiknya Anda terus mengikuti berita mengenai perusahaan terkait untuk mengetahui perkembangan terkini. Indeks IDX High Dividend 20 juga di-update setiap tahun, sehingga muatannya belum tentu sama selamanya.

 

2. Trading Saham BUMN

Dibandingkan cara pertama, strategi trading saham tanpa analisa yang satu ini berisiko jauh lebih tinggi. Langkah-langkahnya:

Trading Saham Tanpa Analisa

Peringatan: Strategi trading saham tanpa analisis ini berbasis histori harga di masa lampau, sehingga pergerakan harga kelak belum tentu akan mengikuti siklus lamanya. Sebaiknya Anda memilih saham-saham pelat merah (BUMN) saja, karena mereka sering melakukan buyback untuk mendongkrak harga saham saat terjadi penurunan yang tak diinginkan. Oleh karena itu, risiko relatif lebih rendah. Namun, strategi ini tak bisa dilakukan untuk saham emiten non-BUMN tanpa analisis memadai.

Nah, diantara kedua strategi investasi dan trading saham tanpa analisis ini, manakah yang akan Anda pilih? Meskipun sama-sama bisa dilakukan, tetapi keduanya sama-sama tak mengandung jaminan 100% pasti untung besar, karena kondisi di pasar selalu fluktuatif. Untuk meningkatkan profitabilitas Anda, sebaiknya tetap mempelajari beragam teknik analisa saham.