Halo rekan trader dan investor di seluruh Indonesia, apa kabar? Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kadang bergerak menurun, hal ini tak menyurutkan untuk semangat trading dan berinvestasi bukan? Justru ini kesempatan kita untuk mendapatkan harga saham yang lebih murah, terutama untuk sobat yang ingin investasi saham syariah. Sudahkah sobat tahu, bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) telah lama meluncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII)? Untuk lebih jelasnya yuk kita simak dulu artikel berikut ini.

indeks saham syariah indonesia

 

Apa Itu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)?

ISSI merupakan gabungan saham-saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. ISSI diluncurkan tepat pada tanggal 12 Mei 2011 dan dijadikan indikator dari keseluruhan saham syariah. Ibaratnya, ISSI adalah Indeks Harga Saham Gabungannya saham syariah. Saham-saham yang termasuk dalam saham syariah tercatat dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh OJK, jadi ISSI tidak diseleksi oleh BEI.

Saham-saham yang termasuk ke dalam ISSI direvisi setiap 2 tahun sekali, setiap bulan Mei dan November. Sama halnya dengan seleksi pada saham-saham LQ45, setiap periode seleksi tersebut ada saham yang masuk dan keluar dari daftar ISSI. BEI telah menyediakan daftar saham yang termasuk ke dalam ISSI. Perhatikan ilustrasi berikut ini:

indeks saham syariah indonesia
Ilustrasi 1: Daftar Indeks Saham

Jika mengakses link di atas, sobat dapat menemukan daftar saham yang termasuk ke dalam ISSI dengan cara mengganti kode indeks pada kolom yang disediakan menjadi "ISSI" setelah itu klik tombol "Cari". Website IDX akan menampilkan data-data yang bisa sobat unduh sesuai dengan keperluan.

 

Berkenalan Dengan Jakarta Islamic Index (JII)

Jika sobat sudah tahu apa itu ISSI, selanjutnya pahami juga soal JII. Di dalam daftar saham reguler, kita mengenal adanya istilah saham-saham LQ45, yaitu 45 saham yang paling likuid dan layak diinvestasikan untuk jangka panjang. Nah, di dalam daftar saham syariah, ada juga Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan LQ45 nya saham syariah. JII terdiri dari JII 30 dan JII 70. JII 30 diluncurkan pertama kali pada tanggal 3 Juli 2000 dan menampilkan 30 saham syariah pilihan yang paling likuid. Sementara itu, JII 70 diluncurkan pada 17 Mei 2018 dan berisikan 70 saham-saham syariah.

Sama dengan ISSI, JII di seleksi oleh OJK pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. Kriteria pemilihan indeks JII 30 adalah sebagai berikut:

  1. Saham-saham tersebut masuk ke dalam kategori ISSI dan telah tercatat selama 6 bulan terakhir;
  2. Dipilih 60 saham yang memiliki kapitalisasi tertinggi dalam 1 tahun terakhir;
  3. Dari 60 saham tersebut, dipilih sebanyak 30 saham yang memiliki nilai transaksi harian tertinggi;
  4. Dari hasil seleksi tersebut tersisa sebanyak 30 saham yang terpilih.

Untuk memperoleh daftar saham yang termasuk ke dalam JII 30, sobat dapat melakukannya dengan cara yang dicontohkan pada ilustrasi 1 di atas, kemudian pada kolom indeks diganti dengan “JII” (bukan JII 70), setelah itu sobat tinggal klik tombol “Cari”.

 

Tips Memulai Investasi Saham Syariah

Sebagai tips dari penulis, jika sobat ingin berinvestasi pada saham-saham syariah, hendaknya sobat membuka akun syariah pada perusahaan sekuritas yang dipilih. Perbedaan akun syariah dengan akun reguler terletak pada penetapan bunga. Akun syariah tidak menetapkan bunga, sehingga ketika sobat mencoba membeli saham-saham yang tidak termasuk ke dalam kategori saham syariah, order sobat akan otomatis ditolak oleh sistem.

 

saham syariah atau tidak

Ilustrasi 2: Order Ditolak Oleh Sistem

 

Ilustrasi di atas menunjukkan order yang ditolak oleh sistem, saat penulis mencoba untuk membeli saham non-syariah dengan menggunakan akun syariah. Jadi, sobat tidak perlu khawatir apakah saham yang akan dibeli syariah atau tidak.

Tips berikutnya, jika sobat memilih untuk berinvestasi, pilihlah saham yang termasuk di dalam daftar JII 30 yang memiliki market capitalization di atas Rp. 10 triliun. Karena saham-saham yang berada pada daftar JII 30 merupakan 30 saham syariah yang paling likuid.

Nah itu dia sobat, saran-saran yang bisa penulis berikan. Jangan lupa untuk tetap terus belajar dan menambah wawasan khususnya tentang analisa teknikal dan fundamental. Jangan sampai salah jalur ya. Salam profit!