Stock Trader atau trader saham adalah seseorang yang berdagang di pasar saham. Tugasnya adalah menyelesaikan operasi perdagangannya dengan menggunakan dana mereka sendiri (termasuk leverage), atau dengan menggunakan dana investor yang telah dialokasikan sebagai dana kelolaan. Seorang trader saham mendapatkan keuntungan melalui perubahan harga suatu efek--surat berharga yang bernilai serta dapat diperdagangkan--yang mereka perdagangkan. Sebagai tambahan informasi, contoh jenis efek adalah obligasi, saham, futures, dan saham dalam dana lindung nilai. Seorang trader saham menganalisis situasi di pasar keuangan dan mengandalkan data-data analisis tersebut untuk menyelesaikan transaksinya.

Misalkan, seorang trader saham dapat menjadi agen, pelaku lindung nilai, arbitrageur, spekulan, atau pialang saham yang terlibat dalam perdagangan saham, baik secara individu maupun institusional. Perdagangan saham di perusahaan publik besar bisa dilakukan melalui salah satu bursa saham utama, misalkan seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange, yang memiliki fungsi sebagai pelelangan terkelola untuk perdagangan saham. Sementara itu, saham-saham di perusahaan publik yang relatif kecil diperjualbelikan di pasar over-the-counter (OTC).

Lika-Liku Menjadi Trader Saham

 

Trader Saham Sebagai Sebuah Profesi

Trader saham yang bekerja untuk perusahaan keuangan bisa memberikan konsultasi pada pemegang saham dan membantu mengelola portofolio. Seorang trader saham juga melakukan penelitian dan pengamatan yang ekstensif tentang bagaimana kinerja pasar keuangan. Hal tersebut dicapai melalui studi ekonomi, yang mencakup lingkup makro dan mikroekonomi. Lebih lanjut, trader saham yang lebih handal akan mempelajari analisis teknis khusus industri untuk melacak aset atau kinerja perusahaan dengan lebih baik. Tugas lain dari seorang trader saham termasuk membandingkan analisis keuangan dan peraturan saat ini dengan perkiraan situasi di masa depan.

Trader saham profesional diwajibkan untuk menyelesaikan masa magang hingga empat bulan sebelum bisa dikatakan mapan di bidang karir mereka. Sebagai contoh, di Amerika Serikat (AS), magang ditindaklanjuti dengan mengikuti dan lulus ujian Seri 63 atau 65, yang diadakan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) atau Badan Pengatur Industri Jasa Keuangan. Trader saham yang lulus menunjukkan keselarasan dengan praktik dan peraturan yang sesuai dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Trader saham yang berpengalaman biasanya juga telah memperoleh gelar empat tahun di bidang keuangan, akuntansi atau ekonomi setelah lisensi. Posisi pengawas sebagai trader biasanya membutuhkan gelar Master of Business Administration (MBA) untuk analisis pasar saham tingkat lanjut.

Bureau of Labor Statistics (BLS) atau Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pertumbuhan untuk trader saham dan komoditas diperkirakan meningkat 21%, dalam periode antara 2006 dan 2016. Untuk saat ini, trader saham AS secara umum mendapatkan manfaat dari tren penduduk kelahiran era baby boomer yang saat ini telah memasuki usia pensiun; ketergantungan mereka pada Jaminan Sosial dilaporkan telah mengalami penurunan.

Trader Saham AS

Bidang karir ini sangatlah kompetitif, tetapi peningkatan kepemilikan saham dan reksadana telah melejitkan potensi pertumbuhan karir trader. Bank-bank AS juga menawarkan lebih banyak peluang bagi para nasabah untuk berinvestasi dan berspekulasi dalam saham. Menurut laporan BLS, trader saham di AS memiliki pendapatan tahunan rata-rata sebesar USD68,500. Trader saham dan reksadana berpengalaman bahkan memiliki potensi untuk menghasilkan lebih dari USD145,600 per tahun.

 

Risiko Dan Biaya Lainnya

Meskipun memiliki pendapatan tinggi. seorang trader saham profesional berkarir dengan basis kinerja yang sangat kompetitif. Selain itu, operasi perdagangan pasar saham memiliki tingkat risiko, ketidakpastian, dan kompleksitas yang sangat tinggi. Trader atau investor saham yang tidak bijaksana dan tidak berpengalaman, serta mencari cara mudah untuk menghasilkan uang dengan cara cepat, biasanya tidak akan bertahan lama di bidang ini.

Di samping itu, aktivitas perdagangan tidaklah gratis. Dengan demikian, trader atau investor saham menanggung beberapa biaya seperti komisi, pajak, dan biaya yang harus dibayar untuk broker maupun layanan lainnya, seperti pesanan beli atau jual yang ditempatkan di bursa saham. Para trader saham juga dihadapkan pada sejumlah besar kewajiban fiskal yang dibebankan oleh yurisdiksi, atas dividen dan keuntungan modal yang termasuk dalam ruang lingkup mereka.

 

Meskipun sering digunakan secara bersamaan, istilah trading dan investasi saham ternyata memiliki perbedaan. Jika Anda masih bingung hendak menjadi trader atau investor saham, pelajari dulu perbedaan keduanya di artikel Perbedaan Investasi Dan Trading Saham Di Indonesia.