Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang terdiri dari kumpulan dana banyak investor untuk tujuan investasi dalam sekuritas, seperti saham, obligasi, pasar uang, dan aset lainnya. Reksadana dioperasikan oleh Fund Manager yang mengalokasikan dana tersebut untuk investasi, dalam upaya untuk menghasilkan capital gain dan dividen untuk investor. Struktur portofolio reksadana dikelola idealnya harus sesuai dengan tujuan investasi yang dinyatakan dalam prospektusnya.

Salah satu keuntungan dari reksadana ialah memberikan peluang untuk investor kecil atau individu agar dapat mengakses ke portofolio saham, obligasi, dan sekuritas lainnya yang dikelola secara profesional. Oleh karena itu, setiap pemegang reksadana (Fund Holders) berpartisipasi secara proporsional dalam keuntungan atau kerugian reksadana. Investasi reksadana terdiri dari sejumlah besar sekuritas, dan kinerjanya biasanya dilihat dari perubahan dalam kapitalisasi pasar secara menyeluruh dari reksadana tersebut.

Reksadana biasanya dapat dibeli sesuai kebutuhan pada nilai aset bersih (net asset value) per unit, yang kadang-kadang dinyatakan sebagai NAB/unit. NAB/unit dapat diperoleh dengan membagi nilai total sekuritas dalam portofolio dengan jumlah total unit.

Karena rata-rata memiliki ratusan sekuritas yang berbeda, maka pemegang unit reksadana mendapatkan diversifikasi dengan harga yang sangat rendah. Mengapa hal ini lebih menjanjikan ketimbang investasi saham pada umumnya? Katakanlah Anda baru saja membeli saham sebuah Perusahaan X, tapi tak lama kemudian, kinerja kuartal perusahaan tersebut memburuk. Anda tentunya akan kehilangan banyak nilai karena semua dana sudah terikat pada satu perusahaan. Di sisi lain, Anda dapat membeli unit reksadana yang hanya menginvestasikan sebagian kecil dana untuk saham Perusahaan X. Ketika perusahaan tersebut memiliki kinerja kuartal yang buruk, maka Anda hanya kehilangan sebagian kecil, karena saham di Perusahaan X hanyalah tidak mencakup seluruh portofolio reksadana.

Jenis - Jenis Reksadana

(Baca juga: Potensi Keuntungan Investasi Reksadana)

 

Dalam prakteknya, reksadana dibagi menjadi beberapa jenis kategori, yang mewakili jenis efek yang diinvestasikan oleh Fund Manager.

 

1. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap fokus pada investasi yang memberikan tingkat imbal hasil tetap, seperti surat utang negara (Government Bonds), obligasi korporasi (Corporate Bonds), atau instrumen utang lainnya. Dasar pemikiran dari reksadana pendapatan tetap secara sederhana ialah portofolio dana yang menghasilkan pendapatan bunga, lalu kemudian pendapatan tersebut dapat diteruskan kepada pemegang reksadana.

 

2. Reksadana Saham

Reksadana saham fokus pada investasi di bursa saham dan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, juga reksadana pasar uang. Reksadana tersebut bertujuan untuk memberikan pertumbuhan modal jangka panjang bagi pemegang reksadana. Investasi pada reksadana saham lebih ocok bagi investor dengan profil risk taker, sehingga tidak cocok bagi investor dengan profil risk adverse.

 

3. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang berkaitan dengan investasi secara menyeluruh pada instrumen pasar uang, antara lain obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Invstasi pada reksadana pasar uang memiliki risiko paling rendah di antara semua jenis reksadana, baik itu reksadana saham, campuran, ataupun reksadana pendapatan tetap.

 

4. Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah jenis investasi yang menggabungkan komponen saham, obligasi, dan pasar uang dalam satu portofolio. Secara umum, model hibrida ini berpegang pada campuran saham dan obligasi yang relatif tetap, sehingga mencerminkan orientasi komponen yang konservatif. Investasi pada reksadana campuran cocok bagi investor dengan profil risk adverse.

 

Selain pertimbangan tingkat risiko, jenis-jenis reksadana di atas juga memiliki level keuntungan yang berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, Anda bisa belajar lebih lanjut di artikel Apa Itu Reksadana Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?