Banyak calon investor bertanya-tanya soal berapa besar potensi keuntungan reksadana, khususnya jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham. Nah, dalam artikel ini kita akan mengupas keuntungan investasi reksadana selengkapnya, mulai dari berapa persen profit yang bisa diperoleh hingga keunggulan komparatifnya.

 

Persentase Keuntungan Reksadana

Keuntungan reksadana cenderung bervariasi tergantung jenisnya, antara 0 persen hingga puluhan atau ratusan persen dalam setahun. Secara umum, rata-rata reksadana pasar uang menawarkan potensi return terendah, disusul reksadana pendapatan dan reksadana campuran yang cenderung berpotensi menengah. Profit paling top dicapai oleh jenis reksadana saham yang bisa mencetak rekor profit puluhan persen dalam tempo 12 bulan.

Berdasarkan data Bareksa hingga 28 Desember 2018, persentase keuntungan reksadana tertinggi (year-to-date) diraih oleh lima produk berikut:

Namun, data ini merupakan histori tahun lalu dan belum tentu mengindikasikan kalau performa produk-produk reksadana tersebut di atas bakal prima juga pada periode mendatang.

Histori seperti ini merupakan salah satu bahan pertimbangan Anda saat akan membeli reksadana, tetapi penting juga untuk mengamati prospektus lengkapnya. Sebaiknya pilih produk reksadana yang kebijakan investasinya bagus, dikelola oleh manajer investasi bereputasi tinggi, menetapkan biaya-biaya rendah, serta mampu menampilkan performa stabil dari tahun ke tahun.

Potensi Keuntungan Reksadana

 

Keuntungan Reksadana Dibandingkan Investasi Lainnya

Reksadana semakin naik daun dalam beberapa tahun belakangan ini, karena instrumen investasi ini menyimpan sejumlah keunggulan yang cocok bagi masyarakat Indonesia jaman now. Diantaranya:

 

1. Reksadana Tersedia Dimana-mana

Beberapa tahun lalu, investasi reksadana cukup rumit karena kita harus mendaftar secara khusus ke perusahaan manajer investasi terkait. Namun, sekarang sudah banyak tersedia dimana-mana, mulai dari dompet aplikasi OVO, Tokopedia, Bukalapak, hingga supermarket reksadana online. Pendaftaran akun dan pembelian reksadana masa kini semudah klik pada gadget di genggaman kita.

 

2. Minimal Setoran Awal Sangat Rendah

Seiring dengan bertambahnya jumlah agen penjual reksadana dan makin canggihnya teknologi, minimal modal awal untuk membeli unit penyertaan reksadana pun kian minim. Saat ini, kita bisa beli dan jual reksadana 24 jam, 7 hari seminggu via Bukalapak, Tokopedia, dan OVO dengan modal serendah Rp10,000 saja!

Sebagai perbandingan, modal awal investasi saham terendah Rp100,000, sedangkan pembukaan deposito akan membutuhkan dana beberapa juta rupiah. Modal awal minimal untuk trading forex pun sudah meningkat hingga ratusan ribu dalam beberapa tahun ini dikarenakan pelemahan kurs Rupiah terhadap Dolar AS.

 

3. Tak Perlu Pusing Analisa Sendiri

Salah satu keasyikan trading saham dan forex adalah analisanya. Namun, bagi sebagian besar investor pemula, justru analisa dan pemantauan kondisi pasar merupakan poin paling rumit. Nah, jika Anda termasuk salah satunya, maka ketahuilah bahwa reksadana bisa jadi solusi.

Pengelolaan reksadana sepenuhnya ditanggung oleh Manajer Investasi yang sudah bersertifikan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, asalkan Anda dapat memilih Manajer Investasi dengan rekam jejak performa bagus dan bereputasi tinggi, maka investasi akan semudah setor lalu ongkang-ongkang kaki hingga tiba waktu mencairkannya.

 

4. Transparan dan Aman

Selain diawasi oleh OJK, Manajer Investasi juga tak mengantongi sendiri dana investor. Semua dana yang disetorkan oleh investor akan disimpan pada rekening bank kustodian, sehingga tidak akan digondol oknum tak bertanggung jawab.

Di samping itu, Manajer Investasi memiliki kewajiban untuk menyediakan Fund Fact Sheet yang merangkum perubahan komposisi alokasi dana investasi, pertumbuhan imbal hasil, dan naik-turun Nilai Aktiva Bersih (NAB) secara online seperti contoh gambar di bawah ini. Kita bisa memantau setiap saat, sehingga bisa bereaksi cepat jika disinyalir ada ketidakberesan dalam pengelolaan reksadana.

Keuntungan Reksadana - Transparansi

 

5. Risiko Reksadana Relatif Rendah

Dalam setiap produk reksadana, Manajer Investasi akan mengalokasikan dana dalam pelbagai instrumen investasi yang dijaga rasio Risk/Reward-nya. Umpama reksadana saham, maka tidak akan digunakan untuk mengakumulasikan saham dari satu emiten saja, melainkan dari banyak emiten atau bahkan dari banyak sektor. Diversifikasi seperti ini dapat menekan risiko investasi ke tingkat minimal, sementara potensi keuntungan reksadana dioptimalkan.

Di sisi lain, biaya pembelian, pengalihan, dan penjualan reksadana relatif rendah, mulai dari 0 hingga 5 persen saja. Asalkan kita merencanakan investasi dengan baik dan tidak terlalu terburu-buru untuk mencairkan reksadana yang telah dibuka, maka keuntungan berlipat ganda menanti di masa depan.

Demikianlah aneka keuntungan investasi reksadana yang membuatnya makin digemari di nusantara. Apakah Anda juga ingin ikut berpartisipasi? Tak perlu ragu, toh keamanan dan legitimasinya sudah dijamin oleh OJK.