PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki kinerja yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rasio profitabilitas keuangan yang baik setiap tahunnya hingga 2017. Namun, perusahaan yang tergabung dalam sektor pertambangan ini sempat mengalami penurunan pada 2018 yang diakibatkan berbagai faktor.

Selanjutnya, perusahaan terus melakukan perbaikan kinerja dan strategi untuk memacu kenaikan nilai earning per share (EPS), yaitu jumlah laba per saham yang beredar dari saham perusahaan. Nilai EPS dari PTBA adalah 871 (2016), 1,943 (2017), dan 1,706 (2018). Jika indikator EPS semakin tinggi angkanya, maka semakin besar pula keuntungan yang diterima oleh para investor per lembar saham.

Salah satu strategi yang digunakan oleh PTBA adalah menggenjot sejumlah pasar ekspor, terutama India, Korea Selatan, Hong Kong, Filipina, dan Taiwan. PTBA juga melakukan strategi optimasi penjualan ekspor batubara dari medium-high calorie ke premium market.

analisis teknikal saham ptba

 

Analisis Teknikal Saham

Selain melihat angka EPS dari perusahaan, Anda dapat melakukan analisis teknikal saham PTBA sebelum melakukan order. Berikut analisisnya.

1. Indikator Moving Average (MA) 20
Berdasarkan grafik di bawah ini, garis MA periode 20 akan bergerak memotong candlestick, yang menunjukkan Uptrend atau harga cenderung naik. Kondisi ini menunjukkan sinyal BUY.

2. Indikator Bollinger Bands
Candlestick memotong garis bawah Bollinger Bands dari bawah ke atas yang mengindikasikan minat pasar bergerak naik. Ada peluang BUY pada saham PTBA.

 

grafik analisis teknikal PTBA

 

3. Indikator RSI
Garis berada di atas level 30 dan sejajar titik tengah 50 serta di bawah level 70. Ada indikasi terjadi momentum Centerline Crossover yang mengindikasikan perubahan tren sebelumnya dari penurunan menjadi kenaikan. Dengan begitu, indikator RSI menunjukkan sinyal BUY.

4. Stochastic
Indikator stochastic mengarah ke sinyal Golden Cross. Harga diharapkan kembali meningkat dari indikasi ini.

 

Kesimpulan

Dari 4 indikator di atas, analisis teknikal saham PTBA menunjukkan sinyal BUY. Namun, harga saham bersifat fluktuatif. Karena itu, prediksi harga tidak selalu sama persis dengan hasil indikator. Hal tersebut dikarenakan adanya faktor-faktor lain yang mempengaruhi, seperti kondisi makro ekonomi, sentimen negatif sampai faktor fundamental lainnya. Sebelum melakukan order, tidak ada salahnya mencermati tips investasi saham anti gagal untuk pemula.